Minggu, 12 April 2026

Modul 1 : Laporan Akhir 1

 

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] 


Laporan Akhir 1
 Kontrol Lampu Lorong

1. Prosedur 
[Kembali]

1. Rangkai rangkaian di proteus sesuai dengan kondisi percobaan.
2. Buat program untuk mikrokontroler STM32F103C8 di software STM32 CubeIDE.
3. Compile program dalam format hex, lalu upload ke dalam mikrokontroler.
4. Setelah program selesai di upload, jalankan simulasi rangkaian pada proteus.
5. Selesai.


Hardware :

a) Mikrokontroler STM32F103C8
STM32F103C8 board – Microscale





2. PIR Sensor


3. Touch Sensor

Touch Sensor Module — SunFounder Ultimate Sensor Kit documentation




4. Power Supply

 
5. RGB LED
Jual LED RGB 4 PIN WARNA MERAH HIJAU BIRU 5mm ( ARDUINO ) - Common Cathode  - Jakarta Barat - Ardushop-id | Tokopedia



Diagram Blok  :




Rangkaian Simulasi
 


Prinsip Kerja : 

Percobaan 1 mengimplementasikan sistem kontrol lampu lorong berbasis STM32F103C8 menggunakan dua jenis sensor sebagai input digital. Touch Sensor pada PA1 berfungsi sebagai toggle yang mengubah status variabel system_enable setiap1 kali terdeteksi rising edge, sehingga pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan seluruh sistem. PIR Sensor pada PA0 kemudian mendeteksi kehadiran manusia secara otomatis; jika sensor ini aktif dan sistem dalam kondisi enable, LED pada PB0 dan Buzzer pada PB1 akan dinyalakan. Pendekatan ini memisahkan dua mode kontrol — manual (via touch) dan otomatis (via PIR) — dalam satu sistem yang terintegrasi pada mikrokontroler yang sama, memperkuat pemahaman tentang pembacaan GPIO input dan penulisan GPIO output secara bersamaan.


Flowchart :



Listing Program :

#include "stm32f1xx_hal.h"
uint8_t system_enable = 0;
uint8_t touch_last = 0;
uint8_t pir_first_trigger = 1;
void SystemClock_Config(void);
static void MX_GPIO_Init(void);
void Error_Handler(void);
int main(void)
{
HAL_Init();
SystemClock_Config();
MX_GPIO_Init();
while (1)
{
uint8_t pir_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0);
uint8_t touch_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1);
if (touch_now == GPIO_PIN_SET && touch_last == GPIO_PIN_RESET)
{
system_enable = !system_enable;
if (system_enable)
{
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);
HAL_Delay(100);
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);
}
HAL_Delay(200);
}
touch_last = touch_now;
if (pir_now == GPIO_PIN_SET)
{
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);
if (pir_first_trigger)
{
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);
HAL_Delay(100);
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);
pir_first_trigger = 0;
}
}
else
{
pir_first_trigger = 1;
if(!system_enable)
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);
}
if(system_enable)
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);
}
}
void SystemClock_Config(void)
{
RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};
RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};
RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;
RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;
RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue =
RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;
RCC_OscInitStruct.PLL.PLLState = RCC_PLL_NONE;
if(HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)
Error_Handler();
RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK |
RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1;
RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;
RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;
RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;
if(HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) !=
HAL_OK)
Error_Handler();
}
static void MX_GPIO_Init(void)
{
GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};
__HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();
__HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();
GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;
GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;
GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;
HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);
GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;
GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;
GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;
HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);
HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0|GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);
}
void Error_Handler(void)
{
__disable_irq();
while(1)
{
}
}




1. Bagaimana pengaruh pemilihan GPIO pada masing-masing development board?

Jawab:

Pada praktikum general input-output, pemilihan GPIO pada STM32 krusial karena tiap pin memiliki mode, fungsi alternatif, serta karakteristik listrik berbeda, sehingga menentukan keberhasilan pembacaan input dan pengendalian output secara optimal tanpa konflik periferal.

 

2. Bagaimana program deklarasi pin I/O pada STM32F103C8?

Jawab:

Deklarasi pin I/O dilakukan dengan mengaktifkan clock GPIO dan mengatur register (mode input/output, pull-up/down, dan tipe output) melalui HAL atau register langsung agar pin dapat beroperasi sesuai fungsi dasar input atau output digital.

 

3. Analisa bagaimana menerima Input dan mengeluarkan Output pada STM32F103C8!

Jawab:

Input dibaca dari register IDR melalui polling atau interrupt (EXTI), kemudian diproses oleh CPU dan menghasilkan output melalui penulisan ke ODR/BSRR, membentuk alur dasar sistem digital yaitu sensing–processing–actuating.

 

4. Analisa pengaruh perubahan program pada main.h terhadap program main.c!

Jawab:

Perubahan pada main.h akan mempengaruhi main.c karena berisi definisi pin dan prototipe fungsi, sehingga perubahan konfigurasi I/O di header akan langsung berdampak pada implementasi dan hasil kompilasi program utama.

 

5. Analisa bagaimana program dalam analisa metode pendeteksian Inputan pada STM32F103C8!

Jawab:

Pendeteksian input pada praktikum ini menggunakan metode polling atau interrupt, dengan perhatian pada debouncing untuk memastikan sinyal input stabil dan valid sebelum diproses menjadi aksi output.


6. Analisa kelebihan mikrokontroler dibanding rangkaian logika!

Jawab:

Mikrokontroler lebih unggul dibanding rangkaian Logic Gates dalam konteks general I/O karena fleksibel (programmable), mampu menangani banyak kondisi input-output secara dinamis, dan mengintegrasikan fungsi kontrol dalam satu sistem yang efisien.



Download HTML [Download]
Download File Rangkaian [percobaan 3][Download]
Download Video Simulasi [Download]
Download Listing Program [Download]
Datasheet Mikrokontroler STM32F103C8 [Download]
Datasheet Sensor PIR [Download]
Datasheet Sensor Touch [Download]
Datasheet RGB LED [Download]

Sabtu, 28 Maret 2026

 

M2 : Tugas Pendahuluan 2

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]


DAFTAR ISI
1. Prosedur
2. Hardware dan Diagram Blok
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja
4. Flowchart dan Listing Program
5. Kondisi
6. Video Simulasi
7. Download File


Tugas Pendahuluan 2 Modul 1
(Percobaan 3 Kondisi 1)

1. Prosedur 
[Kembali]

1. Rangkai rangkaian di proteus sesuai dengan kondisi percobaan.
2. Buat program untuk mikrokontroler STM32F103C8 di software STM32 CubeIDE.
3. Compile program dalam format hex, lalu upload ke dalam mikrokontroler.
4. Setelah program selesai di upload, jalankan simulasi rangkaian pada proteus.
5. Selesai.

2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]

Hardware :

a) Mikrokontroler STM32F103C8










2. Infrared Sensor

Infrared Sensor Module



3. Buzzer


4. Power Supply

 
5. RGB LED
Jual LED RGB 4 PIN WARNA MERAH HIJAU BIRU 5mm ( ARDUINO ) - Common Cathode  - Jakarta Barat - Ardushop-id | Tokopedia

6. Resistor 1k Ohm dan 220 ohm



7. Switch



8. Adaptor



9. Breadboard



Diagram Blok  :


3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]

Rangkaian Simulasi Sebelum dirunning:




Rangkaian Simulasi Setelah dirunning:
 






Prinsip Kerja : 

Rangkaian Alarm Perimeter Pintu bekerja dengan memanfaatkan dua sensor sebagai input utama, yaitu IR sensor dan touch sensor, yang terhubung ke mikrokontroler STM32F103C8T6 melalui pin GPIO PA0 dan PA1. IR sensor berfungsi sebagai pendeteksi objek yang melewati perimeter pintu — ketika sinar inframerah antar transmitter dan receiver terputus oleh suatu objek, pin PA0 akan membaca logika HIGH. Touch sensor berperan sebagai saklar toggle sistem, di mana setiap sentuhan akan mengubah nilai variabel system_enable dari aktif ke nonaktif atau sebaliknya, sehingga pengguna dapat mengaktifkan dan menonaktifkan sistem alarm secara manual.

Ketika sistem dalam keadaan aktif (system_enable = 1) dan IR sensor mendeteksi adanya objek (PA0 = HIGH), mikrokontroler akan memberikan perintah output HIGH pada pin PB0 dan PB1 secara bersamaan, sehingga LED menyala sebagai indikator visual dan buzzer berbunyi sebagai indikator audio. Sebaliknya, apabila IR sensor tidak mendeteksi objek atau sistem dinonaktifkan melalui touch sensor, mikrokontroler akan memberikan output LOW pada kedua pin tersebut sehingga LED dan buzzer kembali padam. Seluruh proses pembacaan input dan pengendalian output ini berjalan secara terus-menerus di dalam loop utama program menggunakan fungsi HAL dari STM32 HAL Library.

4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]

Flowchart :



Listing Program :
a. main.c
#include "main.h"

uint8_t system_enable = 1;
uint8_t touch_last = 0;

void SystemClock_Config(void);
static void MX_GPIO_Init(void);

int main(void)
{
  HAL_Init();
  SystemClock_Config();
  MX_GPIO_Init();

  while (1)
  {
    uint8_t touch_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1);

    /* Toggle system_enable hanya saat ada rising edge touch sensor */
    if (touch_now == GPIO_PIN_SET && touch_last == GPIO_PIN_RESET)
    {
      system_enable = !system_enable;
      HAL_Delay(200);
    }
    touch_last = touch_now;

    /* Jika sistem aktif (touch tidak ditekan = system_enable masih 1) */
    if (system_enable)
    {
      /* IR mendeteksi benda → PA0 HIGH */
      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_SET)
      {
        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET); // LED ON
        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET); // BUZZER ON
      }
      else
      {
        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET); // LED OFF
        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET); // BUZZER OFF
      }
    }
    else
    {
      /* Touch ditekan → sistem nonaktif → paksa semua output mati */
      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET); // LED OFF
      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET); // BUZZER OFF
    }
  }
}

void SystemClock_Config(void)
{
  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};
  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;
  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;
  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;
  RCC_OscInitStruct.PLL.PLLState = RCC_PLL_NONE;

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)
  {
    Error_Handler();
  }

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK | RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK
                               | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1 | RCC_CLOCKTYPE_PCLK2;
  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;
  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;
  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;
  RCC_ClkInitStruct.APB2CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) != HAL_OK)
  {
    Error_Handler();
  }
}

static void MX_GPIO_Init(void)
{
  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

  __HAL_RCC_GPIOD_CLK_ENABLE();
  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();
  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

  HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;
  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;
  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;
  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;
  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;
  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;
  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;
  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);
}

void Error_Handler(void)
{
  __disable_irq();
  while (1)
  {
  }
}

#ifdef USE_FULL_ASSERT
void assert_failed(uint8_t *file, uint32_t line)
{
}
#endif

5. Kondisi [Kembali]

Percobaan 3 Kondisi 1
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan sensor Touch tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala
6. Video Simulasi [Kembali]






7. Download File [Kembali]

Download HTML [Download]
Download File Rangkaian [Download]
Download Video Simulasi [Download]
Download Listing Program [Download]
Datasheet Mikrokontroler STM32F103C8 [Download]
Datasheet Sensor Infrared [Download]
Datasheet Sensor Touch [Download]
Datasheet RGB LED [Download]

Jumat, 27 Maret 2026

 

Modul 1: General Input dan Output

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

DAFTAR ISI
1. Pendahuluan
2. Tujuan
3. Alat Bahan
4. Dasar Teori
5. Percobaan

MODUL 1

General Input dan Output

1. Pendahuluan [kembali]

a) Asistensi dilakukan 1x

b) Praktikum dilakukan 1x


2. Tujuan [kembali]

a) Memahami cara penggunaan input dan output digital pada mikrokontroler

b) Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan STM32 NUCLEO G474RE

c) Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32F103C8


3. Alat dan Bahan [kembali]

    a) STM32 NUCLEO G474RE

    b) STM32F103C8

    c) Touch Sensor



    d) PIR Sensor



    e) LED



    f) Buzzer



    g) Resistor



    h) Infrared Sensor


       i) Resistor 1k ohm



    j) Switch



    k) Adaptor



    l) Breadboard



4. Dasar Teori [kembali]

4.1 General Input Output

    Input adalah semua data dan perintah yang dimasukkan ke dalam memori untuk diproses lebih lanjut oleh mikroprosesor. Sebuah perangkat input adalah komponen piranti keras yang memungkinkan user atau pengguna memasukkan data ke dalam mikroprosesor. Output adalah data hasil yang telah diproses. Perangkat output adalah semua komponen piranti keras yang menyampaikan informasi kepada orang-orang yang menggunakannya.

    Pada STM32F103C8T6 dan STM32 NUCLEO G474RE pin input/output terdiri dari digital dan analog yang jumlah pin-nya tergantung jenis mikrokontroller yang digunakan. Input digital digunakan untuk mendeteksi perubahan logika biner pada pin tertentu. Adanya input digital memungkinkan mikrokontroler untuk dapat menerjemahkan 0V menjadi logika LOW dan 5V menjadi logika HIGH. Membaca sinyal digital pada mikrokontroller dapat menggunakan sintaks digitalRead(pin);

    Output digital terdiri dari dua buah logika, yaitu kondisi logika HIGH dan kondisi logika LOW. Untuk menghasilkan output kita dapat menggunakan sintaks digitalWrite(pin,nilai); yang sebelumnya pin sudah diset ke mode OUTPUT, lalu parameter kedua adalah set nilai HIGH atau LOW. Apabila pin diset dengan nilai HIGH, maka voltase pin tersebut akan diset ke 5V atau 3.3V dan bila pin diset ke LOW, maka voltase pin tersebut akan diset ke 0V.

4.2 STM 32 NUCLEO G474RE

    STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan. Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:

Gambar 1. STM32 NUCLEO-G474RE

4.3 STM32F103C8
    STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
Gambar 2 STM32F103C8
    A. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG
           1) STM32 NUCLEO-G474RE

1. RAM (Random Access Memory)
RAM (Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai memori sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel, buffer data, stack, dan heap.

2. Memori Flash Eksternal
STM32 NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program dan data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6 dengan kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat non-volatile, sehingga data dan program tetap tersimpan meskipun catu daya dimatikan.

3. Crystal Oscillator
STM32 NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral.

4. Regulator Tegangan
Untuk memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.

5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output):
Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output digital yang fleksibel.

            2) STM32F103C8
1. RAM (Random Access Memory)
STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi program.

 2. Memori Flash Internal
STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal.

3. Crystal Oscillator
STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya.

4. Regulator Tegangan
STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V hingga 3.6V.

5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output)
STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.

Laporan Akhir M4 Mikro

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan Project 2. Tujuan Rancangan Project 3. Alat & Komponen 4. Landasan Teori & Gr...