2. Buat program untuk mikrokontroler STM32 NUCLEO-G474RE di software STM32 CubeIDE.
3. Compile program dalam format hex, lalu upload ke dalam mikrokontroler.
4. Setelah program selesai di upload, jalankan simulasi rangkaian pada proteus.
Prinsip
kerja dari sistem jemuran otomatis ini adalah memanfaatkan sensor
cahaya LDR (Light Dependent Resistor) sebagai pendeteksi intensitas
cahaya lingkungan yang kemudian diolah oleh mikrokontroler STM32 untuk
menentukan posisi jemuran. LDR akan menghasilkan nilai resistansi yang
berubah sesuai dengan banyaknya cahaya yang diterima, di mana semakin
gelap kondisi lingkungan maka nilai pembacaan ADC akan berada di bawah
ambang batas yang telah ditentukan. Mikrokontroler secara terus-menerus
membaca data analog dari LDR melalui fitur ADC, kemudian
membandingkannya dengan nilai LDR_THRESHOLD.
Apabila nilai yang terbaca lebih kecil dari ambang batas, sistem
menganggap cuaca mendung atau kurang cahaya sehingga jemuran perlu
diamankan. Berdasarkan kondisi tersebut, mikrokontroler akan memberikan
sinyal PWM ke motor servo untuk menggerakkan jemuran masuk ke dalam
atap.
Sebaliknya, apabila sensor LDR mendeteksi intensitas cahaya yang tinggi sehingga nilai pembacaan ADC berada di atas ambang batas, sistem menganggap kondisi cuaca terang dan aman untuk menjemur pakaian. Dalam keadaan ini, mikrokontroler langsung mengubah duty cycle sinyal PWM sehingga motor servo bergerak ke posisi keluaran, yaitu menggeser jemuran ke luar atap. Sistem bekerja secara otomatis tanpa adanya kondisi perantara maupun pengendalian manual, sehingga perpindahan posisi jemuran hanya memiliki dua keadaan yaitu masuk atau keluar. Dengan metode ini, jemuran dapat merespons perubahan cahaya secara real-time dan sederhana, sehingga pakaian dapat terlindungi saat kondisi gelap serta memperoleh sinar matahari maksimal saat kondisi terang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar